Menggugat kontrak plasma perkebunan, perbandingan sistem tanam paksa versi globalisasi

Kasus pembantaian warga di masuji , sumatera selatan merupakan salah satu dari berbagai kasus bentrokan warga dengan perusahaan perkebunan yang dibeking oleh oknum aparat negara. Seperti kasus tanah masyarakat kaum di daerah pasaman , sumatera barat. Permasalahan tanah tersebut diakibatkan sistem pengelolaan tanah secara plasma yang dilaksanakan secara kolonial. Mengingatkan kita pada sistem tanam paksa zaman VOC.

Keuntungan sistem plasma adalah efisiensi. Dimana perusahaan mengelola tanah milik masyarakat dengan menyediakan bibit, pupuk, pemasaran daj hal teknis lainnya sampai tanaman tesebut menghasilkan.

Namun timbul masalah ketika petani ingin menanam tanaman lain, bagaimana dengan kewajibannya kepada perusahaan?, apakah jika petani atau dalam bentuk koperasi petani yang sudah menandatangani perjanjian plasma dengan perusahaan berarti penyerahan hak tanah ? Apakah tanah plasma tersebut masih milik petani atau perusahaan ?

#bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: